CERITA SORE | A LETTER FROM MY DAD
Sejak saya pacaran dengan Abenk, keluarganya beda banget dengan keluarga saya. Setiap ada yang ulang tahun, pasti di rumah mertua selalu ada bunga lalu si mbak bikin nasi kuning, lalu makan-makan di rumah. Kalau di keluarga saya setiap ada yang ulang tahun pasti kami makan-makan di luar seperti makan chinese food atau makan steak.
Tapi tahun ini berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana saya mendapat hadiah yang tidak saya pernah pikirkan. Ayah saya adalah seseorang yang ‘gatelan’ seperti saya, aktif dan gak bisa diam. Pasti adaaaaa aja yang beliau kerjakan. Beberapa tahun belakangan ini beliau cukup aktif di social media, rajin mengikuti perkembangan saya dan suami lewat Instagram dan blog kami. Ayah saya juga orang yang paling update dengan jumlah followers saya di Instagram, bahkan saya sendiri jarang memperhatikan hahaha.
Tahun ini, saya mendapat hadiah spesial dari ayah saya.
Bukan berbentuk barang mewah, bukan berbentuk materi. Tapi sebuah tulisan yang berhasil membuat saya menitikkan air mata, walaupun saya sudah membacanya berulang-ulang.
Beliau pernah berkata bahwa terinspirasi dengan saya yang sekarang jadi senang menulis, lalu beliau perlahan-lahan mulai rajin membagikan cerita sehari-harinya lewat akun pribadinya di Path dan Facebook.
Ini lah hadiah ulang tahun saya dari ayah saya, yang murni saya copy paste dari akun Facebook-nya. Thank you, Papa! x
ANDRA ALODITA
Ya..! Itulah nama yg saya & istri berikan kepada anak sulung kami . Tak ada suatu perjanjian diantara kami sebelumnya , bahwa pemberian nama depan anak aku yg pilih & nama belakangnya istri yg menentukan .
Mengapa diberi nama Andra Alodita ?
Pagi itu istriku , sudah merasa akan melahirkan & aku antarkan ke rumah sakit bersalin di Jakarta Selatan . Setelah dokter memeriksanya , dikatakan kemungkinan masih agak lama & diperkirakan pada malam hari baru akan melahirkannya .
Sambil menunggu malam hari , aku putuskan untuk meninggalkan istri ku dirumah sakit sedangkan aku pergi ke Trisakti , kampusnya , untuk melihat hasil ujian nya .
Dalam perjalanan tiba2 terlintas dalam pikiranku nama ANDRA , apakah ia seorang anak cowok maupun cewek . ( Teknologi saat itu masih belum dapat mengetahui secara pasti jenis kelamin dalam kandungan )
Ya...Andra kependekan dari Anaknya Doktoranda , karena aku percaya istriku akan lulus & akan menyandang gelar sebagai seorang sarjana & sekaligus menjadi seorang ibu dari bayi yg akan dilahirkannya .
Sedangkan nama belakang “Alodita” adalah pemberian istriku . Pada saat mencari nama bayi , yg diketemukan sebenarnya adalah "Alodia" , dalam bahasa Anglo artinya adalah “wanita kaya” , kaya dalam arti yg luas .
Sejujurnya , sejak dalam kandungan aku menginginkan anak pertamaku adalah anak cewek , dengan kelahiran sesuai keinginan ku sebagai rasa puji syukur saya artikan " Alodita" adalah singkatan dari " Alhamdulillah dia wanita "
Bakat menulisnya sebenarnya sudah terlihat sejak masih duduk dibangku SMP & sudah disarankan oleh istri ku agar dia menjadi seorang penulis . Tapi selalu saja dijawab oleh Andra " aah..mama ini apa sih...aku nggak suka nulis..!! "
Selain profesi yg ditekuninya sebagai Photographer , ia juga seorang blogger ( www.alodita.com ) yg hingga saat ini 'total pageviews' nya mencapai >3,4 juta .
Dalam blog nya ia juga berbagi pengalamannya secara terperinci & gamblang tentang perjuangannya untuk mendapatkan sang buah hatinya . http://www.alodita.com/2014/07/my-ttc-journey.html?m=1
ALODITA adalah nama yg terpampang pada Instagram miliknya dengan jumlah follower nya dari hari ke hari semakin bertambah . Jumlah ini meningkat cukup signifikan semenjak kelahiran buah cintanya , AuraSuri , pada tanggal 18 Juni yg lalu .
Meskipun saat ini follower nya telah mencapai lebih dari 141 ribu , saya tidak melihat adanya perubahan sifat & sikapnya yg tetap ramah & rendah hati , ia tetap ramah kepada siapapun .
Begitu juga ketika ia sudah lelah , ketika ia disapa & diminta foto bersama follower nya saat jumpa follower nya di mal-mal , restoran maupun tempat umum lainnya , ia tetap ramah seolah tak ingin mengecewakan fans nya .
Ya..!! Andra Alodita adalah anak ku yg kala itu usianya baru 21 tahun tetapi sudah lepas dari "beban finansial" orang tuanya . Di usia itu ia mengatakan kepada mamanya agar mulai bulan depan tidak perlu lagi diberikan uang ( saku ) bulanan karena ia sudah dapat memperoleh penghasilan meskipun belum banyak .
Keputusan ini tentu saja saya apresiasi sebagai bentuk ia sudah mulai mandiri tanpa bergantung lagi secara finansial kepada orang tua . Dia sudah tumbuh sebagai wanita karir , sama sepertinya mamanya kala mudanya .
Saat ini ia sudah berada pada tingkatan "berebut" untuk membayar makan saat makan di restoran bersama mamanya . Hal ini saya simpulkan bahwa ia telah dapat mengelola keuangannya dengan baik . http://www.alodita.com/2015/01/what-my-dad-taught-me-about-money.html
Mengenai "beban finacial" ini , sejak dini kepada anak2 memang sudah saya tanamkan bahwa " tanggung jawab finansial " orang tua hanya sampai pada usia 23 tahun , selewat dari usia tsb orang tua tidak lagi memberikan uang bulanan .
Mengapa 23 tahun ? , antara lain adalah sebagai berikut dasar pertimbangan saya :
1. Menurut hukum perpajakan seseorang yg usianya telah mencapai 18 tahun sudah dianggap mempunyai penghasilan sendiri , karenanya sudah tidak dapat diperhitungkan sebagai PTKP ( Penghasilan Tidak Kena Pajak ) orang tuanya.
2. Menurut ketentuan KUHP ( Kitab Undang-undang Hukum Perdata) seseorang sebelum genap berusia 21 tahun belum dianggap dewasa.
3. Usia ideal selesainya pendidikan (S1) adalah 22 tahun , maka sudah sepantasnya ia berupaya untuk memperoleh penghasilan sendiri .
4. Mendidik anak-anak agar kelak dapat hidup mandiri tanpa/tidak menggantungkan finansial kepada orang tua ( juga siapapun ) & agar mereka merasakan bagaimana jerih payahnya mendapatkan penghasilan sehingga kelak dapat merasakan kepuasan tersendiri menikmati hasil jerih payahnya dihari tua .
Itulah sekilas tentang ANDRA ALODITA , yg pada hari ini 07 Oktober 2015 , usianya genap 29 tahun , usia yg sudah dewasa , bukan usia anak2 ( lagi ) saat aku masih dapat menggendongnya .
Selamat ulang tahun anakku... Semoga selalu dalam lindunganNYA serta semoga menjadi orang yg berguna bagi keluarga serta Nusa & bangsa .
#alodita#AuraSuri
Posting Komentar untuk "CERITA SORE | A LETTER FROM MY DAD"