CERITA SORE | EVENING STROLL
Saat pulang ke rumah, tubuh kami terasa lengket. Rambut kami lepek. Dari pakaian kami tercium bau matahari. Bau asem, kalau kata Mama. Betis kami gatal terkena rerumputan liar, tak jarang kulit kami merah dan bentol akibat gigitan nyamuk. Tapi semua itu tidak ada artinya, karena kami selalu pulang dengan perasaan senang dan riang.
Jujur saya kangen sekali dengan masa-masa itu.
Saya sering mengajak suami untuk menemani jalan-jalan sore, mulai dari di daerah rumah orang tua saya hingga di taman dekat rumah kami. Selain itu, Aura senang dan terlihat menikmati sekali jika kami ajak jalan sore. Walaupun Aura hanya duduk manis di atas strollernya, ia terlihat menikmati angin yang mengusap-usap halus pipinya. Matanya bahkan tak bisa lepas dari cahaya matahari yang bersembunyi di balik pepohonan.
Tepat dua minggu yang lalu, kami berjalan-jalan di kompleks tempat suami saya menghabiskan masa kecilnya. Saya pun baru tau kalau Abenk ternyata pernah tinggal selama 12 tahun di komplek tersebut. Sambil berjalan kaki menikmati udara sore, Abenk bercerita betapa memorable masa kecilnya.
Aku dulu pernah jatoh disini, aku dulu suka manjat-manjat loh di atas genteng situ.
Lalu ia merogoh saku celananya, mengambil iPhone miliknya. Abenk langsung live report di Periscope – sekedar menyapa teman-temannya dan bercerita tentang kegiatan kami sore itu. Saya bisa melihat matanya berbinar-binar saat menceritakan masa kecilnya. Raut wajahnya terlihat ramah dan hangat, seakan-akan ia tidak punya beban di pikirannya.
Setelah berkeliling selama 15 menit, kami beristirahat sejenak di depan lapangan tenis. Ada barisan kursi-kursi putih yang bersih, menghadap ke lapangan tenis yang sore itu terlihat kosong. Tidak ada orang di sekeliling kami. Abenk tetap sibuk dengan Periscope-nya sambil menggendong Aura, sedangkan saya sibuk mengabadikan momen dengan kamera saya. Tak lama, segerombolan anak kecil yang bermain sepeda melewati lapangan. Mereka seperti sedang berkejar-kejaran, terdengar dari sahutannya.
Sore itu ntah kenapa terasa sangat bahagia untuk saya. Ntah dari mana perasaan itu, tapi saya merasakan kehangatan, cinta dan sesuatu yang membuat saya terus tersenyum. Sama seperti dulu, setiap pulang dari jalan-jalan sore wajah saya dihiasi senyuman. Walaupun kulit terasa lengket, rambut tercium bau matahari, tubuh lelah karena beraktifitas seharian, Aura juga basah kuyup dengan keringatnya.
Bagi saya, jalan-jalan sore selalu menyenangkan.
Jalan-jalan sore itu.. selalu membekas di hati.
Posting Komentar untuk "CERITA SORE | EVENING STROLL"