Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TINGKEBAN CEREMONY

 photo tingkeban-alodita13_zps0pqp5auw.jpg
Tepat seminggu yang lalu, saya dan suami beserta keluarga mengadakan acara pengajian dan upacara Tingkeban adat Sunda untuk mensyukuri usia kandungan saya yang sudah melewati 7 bulan. Acara ini diadakan dengan sangat sederhana di kediaman mertua saya, yang jadi tempat tinggal saya ‘sementara’ selama hamil dan melahirkan nanti karena rumah saya dan suami masih dalam proses finishing. Kami hanya mengundang keluarga terdekat saja dan sahabat-sahabat dekat untuk ikut merayakan syukuran nujuh bulanan ini.

 photo tingkeban-alodita01_zpsykevpcid.jpg
 photo tingkeban-alodita17_zps7pes3lm6.jpg
 photo tingkeban-alodita02_zps7vxg9euv.jpg photo tingkeban-alodita04_zpsc3gabqur.jpg
 photo tingkeban-alodita06_zpsifujodsm.jpg

Saat pengajian saya juga dapat kesempatan untuk bercerita sedikit tentang perjuangan sampai akhirnya bisa hamil, setelah melewati operasi laparotomy, dua operasi kecil dan program bayi tabung yang penuh suka duka. Saya bilang, saya bersyukur kondisi saya hampir kritis karena kehabisan darah saat operasi – disitulah turning point saya menjadi seorang manusia baru, yang lebih bersyukur pada Tuhan dan lebih menghargai kehidupan.

 photo tingkeban-alodita08_zpsodi3lcpa.jpg
 photo tingkeban-alodita09_zpsmisodc4x.jpg


Momen-momen yang mengharukan justru saat sungkeman dengan suami saya, Abenk, tiba-tiba semuanya jadi flashback di masa-masa saya harus melewati berbagai macam prosedur medis di Penang, Malaysia, dan Abenk ngga pernah sekali pun mengeluh soal kondisi saya yang tidak sempurna ini. Hehe kalau ingat masa-masa itu saya pasti menitikkan air mata, ngga kuat menahan haru kalau ingat perjuangan kami berdua.

 photo tingkeban-alodita11_zpslbpz59og.jpg

Setelah pengajian, prosesi acara dilanjutkan oleh prosesi siraman. Setelah siraman, Abenk diminta untuk memilih salah satu dari dua buah kelapa yang telah digambar wayang perempuan dan wayang laki-laki. Milihnya juga ngga boleh lihat, cuma disuruh ngeraba-raba aja. Tapi ternyata kelapa yang Abenk pilih benar loh, gambarnya wayang perempuan hahaha. Prosesi selanjutnya lucu-lucu, tapi salah satu yang menarik adalah sewaktu saya dan Abenk diminta untuk menjual rujak. Saya bagian yang meracik bumbu rujak, eh, disuruh ngulek lagi! Abenk bagian yang memotong-motong buah. Tapi karena saya bisa ngulek, tante-tante langsung pada heboh, “Loh kok bisa ngulek ‘toh?”

 photo tingkeban-alodita12_zpsbrs7ptuk.jpg
 photo tingkeban-alodita03_zps2k8lamvx.jpg photo tingkeban-alodita14_zpsw6g9ehu7.jpg
 photo tingkeban-alodita15_zpscyzsgksq.jpg photo tingkeban-alodita16_zpszyjn6cdb.jpg

Lalu para tamu yang datang mulai antri untuk pura-pura membeli dan mencicipi rujak yang kami buat, bayarnya pakai uang koin tanah liat, hanya sebagai simbol saja. Lalu koin tersebut dihitung oleh kami, semakin banyak koin yang dikumpulkan, Insya Allah rejekinya semakin banyak juga. Hihihi amien!

 photo tingkeban-alodita18_zps2drcephk.jpg photo tingkeban-alodita20_zpsvytkkr89.jpg photo tingkeban-alodita19_zpsaki74djk.jpg
Sekali lagi, terima kasih atas doa-doa dan dukungannya. It means a lot to me, Abenk and my family. Stay healthy and happy!

Photos by Sabila Anjani.
 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

Posting Komentar untuk "TINGKEBAN CEREMONY"